Skip to main content

Cewek Pemalang Bikin Pemuda Asal Belanda Bertekuk Lutut, Begini Kisahnya

Seorang pemuda warga negara Belanda, Raymond Vellekop (28) rela datang ke Indonesia untuk melamar gadis pujaannya, Isti Khumairoh (27), warga Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.
Setelah datang ke rumah dan menemui orangtua si gadis, bule asal Rotterdam Belanda itu mantap menikah pada awal 2018 mendatang.
Raymond juga telah disunat dan menjadi mualaf (masuk Islam) sesuai permintaan orang tua Isti.
"Kami sudah mantap (menikah). Orangtua saya juga begitu. Kalau orangtua Raymond itu akan menuruti permintan anaknya, asalkan bahagia," kata Isti di rumahnya, Kamis (21/9/2017).
Selama kenal dan berkomunikasi dengan Raymond, Isti juga kerap berkomunikasi dengan orang tua Raymond di Negeri Kincir Angin, baik melalui pesan ataupun video call.
Ketertarikan mereka lantaran tetangga rumah keluarga Raymond di Belanda..
"Beruntung, saya pernah kursus Bahasa Inggris. Dan juga pernah jadi TKI di Singapura, jadi bisa berbicara (bahasa) Inggris," jelasnya.
Saat pesta pernikahan yang akan datang, keluarga Raymond akan datang ke Pemalang. Mereka juga meminta agar pernikahan dilangsungkan sesuai adat Indonesia.
"Mereka ingin memakai baju ala Keraton Jogja saat pernikahan besok," ucap anak keempat dari lima bersaudara itu.
Menurutnya, permintaan itu disampaikan lantaran keluarga Raymond tertarik dengan adat Keraton Yogyakarta.
Ketertarikan mereka lantaran tetangga rumah keluarga Raymond di Belanda merupakan warga negara Indonesia asal Jogja yang tengah menempuh pendidikan di sana.
"Karena ngobrol- ngobrol dengan orang Jogja di Belanda, jadi keluarga Raymond tertarik," tandasnya.
Pertemuan mereka berawal saat Isti mendaftar sebagai anggota situs kencan internet Asian Dating.
Singkat cerita mereka berkomunikasi selama kurang lebih setahun.
Baru pada Februari 2017 lalu Raymond datang ke Indonesia untuk menemui Isti di Jakarta.
Isti bekerja di PT Capeni Logistik Kuningan Jakarta di bidang pengiriman barang impor dan ekspor.
Pada Minggu (17/9/2017) lalu, Raymond ke Indonesia untuk sengaja melamar gadis pujaannya itu.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Pakar Soal Tak Ditemukannya Jasad Pawang Buaya dan Arjuna

Suprianto dan Arjuna tewas akibat diserang buaya di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kaltim pada Sabtu (16/9). Namun, dua hari setelah peristiwa itu jasad kedua korban belum ditemukan. Peneliti LIPI Hellen Kurniati menduga keduanya sudah habis dimakan buaya. Dugaan kedua, buaya itu meninggalkan jasad kedua korban itu setelah dilukai. "Bisa itu dimakan habis, saya cenderung itu dimakan habis. Karena biasanya kalau hanya patah-patah itu ditinggal sama dia (buaya)," kata Hellen kepada detikcom, Minggu (17/9/2017) malam. Hellen menyebut ada dua penyebab buaya menjadikan manusia sebagai mangsa. Salah satunya yakni berkurangnya makanan di wilayah yang ditempati buaya. Biasanya buaya yang kelaparan akan memakan manusia hingga habis. "Jadi pengalaman saya di NTT yang buayanya banyak makan orang, buaya memangsa manusia itu ada yang habis tapi ada yang hanya dipatah-patahkan, kalau yang dimangsa habis itu buaya itu lapar. Tapi kalau yang hanya dipatah-patahkan saja kemudian...