Skip to main content

Posts

"Buat Bikin SIM A Umum, Saya Habis Rp 700 Ribu Lebih"

JAKARTA, - Kasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menginformasikan, biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk pembuatan SIM A Umum baru adalah sebesar Rp 120.000. Sementara untuk perpanjangan SIM A Umum sebesar Rp 80.000. "Buat Bikin SIM A Umum, Saya Habis Rp 700 Ribu Lebih" Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Samadi menilai biaya yang harus dikeluarkan tersebut sangatlah terjangkau. "Biayanya murah. Bikin SIM A Umum baru hanya Rp 120.000, perpanjangan Rp 80.000. Saya imbau pengemudi taksi online segera urus peningkatan SIM ini," kata Budi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (11/10/2017). Namun, beberapa pengemudi taksi online yang ditemui di lokasi yang sama justru mengeluhkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pengurusan SIM itu. "Kan harus ada tes kesehatan, lalu tes psikologi, masih harus cari sertifikat pelatihan. Kalau ditotal bisa habis Rp 700.000 lebih buat ngurus ...
Recent posts

Pesan Cinta KH Ali Maksum untuk NU

Diawali dari ketidak sengajaan bertemu kembali dengan karya KH Ali Maksum, dengan judul 'Ajakan Suci'. Inisiatif menulis pesan cinta dari beliau untuk Nahdlatul Ulama (NU) pun muncul seketika. Karena banyak hal menarik yang harus diketahui oleh warga NU. 'Mungkin' buku ini tidak mudah untuk ditemukan. Dengan itu, saya mencoba menarasikan pemikiran-pemikiran beliau, khususnya ungkapan/pesan cinta beliau terhadap NU. Pesan Cinta KH Ali Maksum untuk NU KH Ali Maksum lahir pada tanggal 2 Maret 1915 di desa Soditan Lasem, Rembang. Beliau putra pertama dari KH Maksum bin KH Ahmad Abdul Karim dengan Ny. Hj. Nuriyah binti KH Muhammad Zein Lasem. Seperti sama-sama kita ketahui, beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Dan salah satu maestro yang menjadikan Pesantren Al-Munawwir hidup kembali setelah peninggalan KH Munawwir. Selain itu, KH Ali Maksum adalah Rais Aam Syuriah PBNU periode 1980-1984. Ada beberapapesan cinta beliau dalam buku tersebut; Pe...

Reaksi Netizen Komentari Penampilan Terbaru Manohara di Media Sosial

Lama tak terdengar kabarnya, rupanya Mano bukan berniat bersembunyi dari khalayak. Terbukti dia masih menampakkan diri di akun Instagram @manodelia yang diikuti oleh akun terverifikasi @lunamaya itu. Tepat 5 hari lalu (16/09/2017) Manohara mengunggah tiga fotonya berturut-turut dalam 24 jam setelah sebulan tidak ada update. Berbalut baju putih dengan motif merah muda yang menjuntai, Mano duduk di atas lantai dengan pose kaki setengah berselonjor. Baju panjangnya tersibak hingga paha, membuat para netizen berpendapat Manohara terlalu kurus sekarang. “Lah kok kurus banget...jadi keliatan puanjang banget tuh kakinya,” komentar salah satu netizen bernama akun @maleffiicentt tersebut. Lama tak terdengar kabarnya, rupanya Mano bukan berniat bersembunyi dari khalayak. “Ih mano kekurusan,” tulis akun lain @wulanpratiwiwulan. Meski dihujani komentar perihal tubuhnya yang terlalu kurus, tak satu pun Mano tanggapi hingga berita ini ditulis (21/09/2017).

Cewek Pemalang Bikin Pemuda Asal Belanda Bertekuk Lutut, Begini Kisahnya

Seorang pemuda warga negara Belanda, Raymond Vellekop (28) rela datang ke Indonesia untuk melamar gadis pujaannya, Isti Khumairoh (27), warga Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Setelah datang ke rumah dan menemui orangtua si gadis, bule asal Rotterdam Belanda itu mantap menikah pada awal 2018 mendatang. Raymond juga telah disunat dan menjadi mualaf (masuk Islam) sesuai permintaan orang tua Isti. "Kami sudah mantap (menikah). Orangtua saya juga begitu. Kalau orangtua Raymond itu akan menuruti permintan anaknya, asalkan bahagia," kata Isti di rumahnya, Kamis (21/9/2017). Selama kenal dan berkomunikasi dengan Raymond, Isti juga kerap berkomunikasi dengan orang tua Raymond di Negeri Kincir Angin, baik melalui pesan ataupun video call. Ketertarikan mereka lantaran tetangga rumah keluarga Raymond di Belanda .. "Beruntung, saya pernah kursus Bahasa Inggris. Dan juga pernah jadi TKI di Singapura, jadi bisa berbicara (bahasa) Inggris," jela...

Festival Prestasi Indonesia Buktikan Tanah Air Masih Hebat

Senin (21/8), Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) membuka menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia di Jakarta Convention Center dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72. “UKP-Pancasila mencoba membangun tradisi mengapresiasi kinerja positif dan prestasi 72 putra-putri bangsa. Langkah itu antara lain digagas melalui penyelenggaraan Festival Prestasi Indonesia,” kata Kepala UKP-Pancasila Yudi Latif. 72 orang tersebut pun ditetapkan menjadi ikon prestasi yang dibagi ke dalam 4 kategori, yakni saintis dan inovator, olahraga, seni budaya, dan pegiat sosial. Sido Muncul sangat mendukung kegiatan ini karena dapat memotivasi setiap orang untuk berkarya dan memajukan bangsa. Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan bahwa “Festival ini baik karena ingin menunjukkan (kepada masyarakat umum) bahwa sebenarnya yang berprestasi di Indonesia itu banyak”. Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat saat ditemui di booth Sido Muncul. Di Festival Prestas...

Analisis Pakar Soal Tak Ditemukannya Jasad Pawang Buaya dan Arjuna

Suprianto dan Arjuna tewas akibat diserang buaya di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kaltim pada Sabtu (16/9). Namun, dua hari setelah peristiwa itu jasad kedua korban belum ditemukan. Peneliti LIPI Hellen Kurniati menduga keduanya sudah habis dimakan buaya. Dugaan kedua, buaya itu meninggalkan jasad kedua korban itu setelah dilukai. "Bisa itu dimakan habis, saya cenderung itu dimakan habis. Karena biasanya kalau hanya patah-patah itu ditinggal sama dia (buaya)," kata Hellen kepada detikcom, Minggu (17/9/2017) malam. Hellen menyebut ada dua penyebab buaya menjadikan manusia sebagai mangsa. Salah satunya yakni berkurangnya makanan di wilayah yang ditempati buaya. Biasanya buaya yang kelaparan akan memakan manusia hingga habis. "Jadi pengalaman saya di NTT yang buayanya banyak makan orang, buaya memangsa manusia itu ada yang habis tapi ada yang hanya dipatah-patahkan, kalau yang dimangsa habis itu buaya itu lapar. Tapi kalau yang hanya dipatah-patahkan saja kemudian...

Peneliti: Pawang Diserang Buaya karena Ganggu Teritorial

Jasad Suprianto, pria yang mengaku sebagai pawang buaya, tetap utuh setelah tewas diserang buaya di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hellen Kurniati menduga Suprianto diserang sebab dianggap menganggu teritorial buaya di sungai tersebut. "Buaya itu kan mempunyai daerah teritorial tapi di alam dia mempunyai daerah teritorial, di mana kalau itu diganggu dia akan serang, nah sepertinya yang pawang ini itu dianggap mengganggu teritorialnya dia," ujar Hellen saat dihubungi, Senin (18/9/2017) malam. Hellen mengatakan buaya biasanya akan memakan tubuh manusia jika sedang lapar. Namun ada juga tubuh manusia yang dikoyak-koyak oleh buaya jika mereka mengganggu wilayah buaya di sungai atau danau. "Jadi memang manusia ada makan sama dia berarti dia lapar, nah ada yang dimakan manusia itu tapi di patah-patah badannya itu, karena mengganggap manusia menganggau daerah teritorialnya," katanya. Karena itu...